Aku Maria dan umurku masih 22 tahun. Sebetulnya aku mau manggil Dokter Beno dengan sebutan "Om Beno", tapi karena kita belum terlalu akrab, lebih baik aku panggil Dokter Beno saja, ya. Ketimbang dengan sebutan "Om" tapi Dokter Beno jadi tidak nyaman...
Istri dokter, Alexandra Rhea, banyak cerita tentang hidupnya. Tentang pekerjaan, persahabatan dengan Wina, dan sebagian besar tentang hubungannya dengan dokter... Dari cerita Tante Alex, aku jadi tahu kalau kita punya banyak kesamaan. Mulai dari kesukaanku pada mobil Rovie hitam hingga ngemil makanan manis. Dan sebagai orang yang ingin punya pasangan seorang dokter, profesi Dokter Beno menjadi nilai plus atas penilaianku pada dokter. Tapi yang membuat aku terkesan pada dokter adalah cara dokter menghadapi Tante Alex.
Keegoisanku mungkin bisa diadu dengan Tante Alex.. Karenanya, bersamaku mungkin bukanlah hal yang mudah.. Tentu aku terus berusaha memperbaiki diri, tapi aku berharap akan ada yang berjuang untuk terus bersamaku. Sesulit apapun itu. Seperti dokter Beno yang dalam keadaan sakit tetap menyusul Tante Alex dan berkata,
"This is me, Yang, not letting you go."Emosiku sering ikut terbawa cerita Tante Alex. Kalian yang sering bertengkar dan Tante Alex yang sering nangis. Ditambah lagi cerita perjuangan mengharukan hingga kini penuh senyum karena ada 'lil ndut. Mungkin hidup memang sudah seharusnya naik dan turun seperti pada kardiograf, ya, Dokter.. Karena jika datar, berarti mati..
Seperti Dokter Beno yang menemani Tante Alex di naik dan turunnya kehidupan kalian, aku juga ingin nantinya menemukan orang yang tepat. Hingga kelak, dengan mantap aku bisa mengucapkan kalimat yang sama seperti Tante Alex :
"Ladies and gentlemen, my husband.."
Sincerely,
Maria

